Sebuah Gedung Poyandu di desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat yang dibangun oleh salah satu NGO pasca Tsunami tampak dtumbuhi semak belukar dan beberapa kaca jendela pecah , kalau kita perhatikan sudah lama tidak difungsikan padahal gedung ini merupakan ujung tombak kesehatan masyarakat sebelum dirujuk ke puskesmas.(foto: AW)
Arongan Lambalek Dalam Photo
Jumat, 03 Februari 2012
Gedung Posyandu Tidak Difungsikan
Selasa, 31 Januari 2012
Panen Semangka
Warga Pantee Mutia, Kecamatan Arongan Lambalek, Kab. Aceh Barat sedang mengangkut semangka dari hasil kebun miliknya dengan sampan untuk dijual kepasar, kebun ini milik adun fikar, (foto: Khairun)
Minggu, 15 Januari 2012
Jalan Negara Banda Aceh - Meulaboh masih dalam perluasan, ini adalah dilintasan Arongan lmabalek saat sebuah alat berat sedangan melakukan pengerukan dipinggir jalan tersebut ( foto ; AW)
Selasa, 10 Januari 2012
Usaha bengkel/Tempel Ban
Seorang anak sedang menempel ban kereta salah seorang warga Arongan lambalek, usaha ini dia dilakukan untuk menambah penghasilannya walaupun dia bukan pemilik usahanya namun semangat kerja kerasnya tak pernah padam.(foto : AW)
Minggu, 01 Januari 2012
Hati – Hati DBD Kedua Kali
Anda pernah terkena demam, hati – hati walau awalnya demam ringan tapi apabila terjadi yang kedua kali maka akibatnya lebih fatal. Seperti yang dirilis oleh VoA sabtu 31 Desember 2011 lalu dengan judul “ Tertular Demam Dengue untuk Kedua Kali Bisa Berakibat Fatal “
Penemuan oleh lmuwan Amerika dan Nikaragua demam berdarah dengue (DBD) untuk kedua kalinya bisa berakibat lebih serius dan fatal daripada yang pertama. Dalam sebagian kasus, penyakit ini hanya berupa demam ringan. Dalam kasus lain, virus ini bisa menyebabkan komplikasi fatal yang disebut demam berdarah dengue (DBD).
Penularan pertama menimbulkan gejala ringan, dan setelah itu badan akan memproduksi antibodi yang melindungi kita terhadap macam demam dengue tertentu yang menulari kita.
Peneliti Matthew Henn dari Broad Institute di Cambridge, Massachusetts, mengatakan, "Antibodi ini belum tentu efektif melawan versi lain virus asal, dan antibodi ini bahkan membantu versi virus yang lain untuk menginfeksi sel-sel yang akan ditularinya."
Ia menjelaskan bahwa gejala yang parah kemungkinan besar terjadi ketika virus dengue dari sub-tipe khusus menulari seorang korban yang keterpaparannya sebelumnya ke virus dengue yang berbeda telah menghasilkan antibodi tertentu.
"Jika terjadi kombinasi tertentu dari hal-hal di atas, orang lebih cenderung rentan terhadap bentuk lebih serius penyakit denggi ini," paparnya. Sumber: VoA
Nah, ini perlu pencegahan nya sejak dini jangan sampai satu kalipun Demam Berdarah Dengue ( DBD ) melanda keluarga kita. Mari kita cegah bersama dengan melakukan 4M, menguras, menutup, mengubur dan Memantau. Tanda – tanda demam berdarah, sebagai berikut : 1. Panas tinggi lamanya 2 – 7 hari, 2. Nyeri perut ( ulu hati ), 3. Pendarahan berupa : bintik – bitik hitam dikulit,gusi berdarah, berak darah, tanda – tanda syok: Kulit Dingin, basah, tidak sadar
Dengan melakukan pencegahan sejak dini lingkungan kita akan terhindar dari DBD yang menakutkan, dan ini merupakan tugas kita semua, bukan saja Dinas Kesehatan tapi kita semua mulai dari keluarga masing - masing. Ayo cegah Demam berdarah sejak dini......!.Foto : Google
Dengan melakukan pencegahan sejak dini lingkungan kita akan terhindar dari DBD yang menakutkan, dan ini merupakan tugas kita semua, bukan saja Dinas Kesehatan tapi kita semua mulai dari keluarga masing - masing. Ayo cegah Demam berdarah sejak dini......!.Foto : Google
Jumat, 30 Desember 2011
Sayangi Kucing Sampai Liang Lahat.
Tidak sedikit orang didunia ini suka dengan binatang piaran salah satunya kucing, bahkan konon katanya kucing tidak boleh dipukul atau di sakiti, dia harus disayangi,dan binatang yang satu ini juga memiliki naluri yang tinggi sehingga dia bisa digunakan untuk menjaga rumah dari gangguan hama tikus.
Bahkan kita pernah mendengar sejarah Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi kucing, bahkan beliau berpesan harus menyayangi kucing layaknya menyayangi keluarga sendiri. Banyak sekali kisah mengenai kucing
Lain halnya di amerika seperti dilansir oleh sebuah Media VOA, Selasa, 20 Desember 2011 dengan judul " Satu Kuburan dengan Si Meong " mereka rela abu hasil kremasi jenazahnya dikuburkan satu liang dengan kucing kesayangannya. Bukan kucing saja namun ada beberapa hewan piaraan lainnya.
Tapi mereka dikuburkan dengan hewan piarannya bukan karena mereka terlalu sayang sama hewan piaraanya, tapi banyak orang menghadapi masalah kehabisan tanah kuburan dan biaya penguburan yang sangat mahal. Sekarang lebih banyak orang Amerika memilih kremasi, dan New York mengizinkan abu jenazah mereka dikubur di kuburan hewan kesayangan.Sumber: VOA.
Namun ada juga yang berkeinginan seperti yang dilansir oleh VOA, Rhona Levy dari daerah Bronx mempunyai rencana bertahun-tahun agar abu jenazahnya nanti dikubur bersama anjing dan empat kucing kesayangannya di kuburan hewan Hartsdale Pet Cemetery di daerah pinggiran kota New York. Ia mengatakan, “Keinginan saya terkabul, dan saya akan bisa bersama hewan kesayangan saya untuk selamanya”. “Ini adalah salah satu saat yang paling baik dalam hidup saya," tambahnya.
Foto : Gambar gambar.com
Foto : Gambar gambar.com
Pantai Suak Keumudee
Suasana Di Pantai Suak Keumudee, Kecamatan Arongan Lambalek di saat sore hari, sejumlah sapi pulang kekandangnya ( Foto : AW)
Langganan:
Postingan (Atom)






